Waspada, Mulut Kering Bisa jadi Pertanda Penyakit Serius

UNAIR NEWS – Kondisi mulut dan tenggorokan kering seringkali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, kondisi yang disebut xerostomia ini bisa jadi merupakan gejala dari suatu penyakit serius.

Xerostomia sendiri merupakan kondisi mulut kering yang disebabkan oleh penurunan produksi dan sekresi air liur atau yang disebut dengan saliva.

“Perlu diketahui, bahwa xerostomia bukan penyakit, namun adalah gejala dari suatu penyakit atau bisa juga efek samping dari pengobatan tertentu,” jelas drg Fatimah Basalamah, dokter residen Ilmu Penyakit Mulut (IPM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR).

Mulut kering bisa menimbulkan ketidaknyamanan berupa bau mulut, kesulitan mengunyah dan menelan, rasa terbakar pada mulut, hingga gangguan pengecapan. Sedangkan tanda klinis yang dapat diperhatikan yaitu berupa kemerahan pada lidah dan langit mulut, licinnya permukaan lidah dan kadang terdapat luka, serta bibir mengelupas.

Keluhan ini sering ditemukan pada usia lanjut usia (lansia), hal ini dikarenakan lebih banyak lansia yang mengonsumsi obat-obatan sehingga lebih berpotensi dalam mengalami xerostomia.

Penyebab Xerostomia

Xerostomia bisa diakibatkan oleh gangguan pertumbuhan, dehidrasi dan kekurangan nutrisi, hingga penyakit sistemik seperti diabetes melitus, maupun HIV/AIDS. Infeksi virus semacam hepatitis C dan Tuberkulosa juga patut dicurigai.

“Selain itu, ketergantungan alkohol, gangguan psikis seperti anoreksia nervosa, proses penuaan dan efek samping dari perawatan radioterapi juga bisa menyebabkan xerostomia,” tuturnya.

Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Kondisi rongga mulut, dapat menjadi satu pertanda yang dapat diamati untuk mengetahui kondisi tubuh. Oleh karena itu penting bagi para lansia untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain umur, kesehatan gigi dan mulut lansia juga dipengaruhi oleh kebiasaan, mulai dari asupan gizi hingga kebutuhan air.

“Tidak ada kata terlambat untuk mengubah kebiasaan demi meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Bapak dan Ibu juga bisa memeriksakan diri dengan mengunjungi Rumah Sakit Mulut dan Gigi Pendidikan (RSGMP) UNAIR,” sebutnya.

Selain drg Fatimah, beberapa mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) IPM FKG UNAIR lainnya juga membagikan pengetahuannya pada Talkshow Bincang Sehat di Convention Hall Grand City Mall, Surabaya (16/11/2022). Kegiatan itu disambut antusias oleh peserta, terbukti dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.

Talkshow tersebut diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat tentang manifestasi oral, serta meningkatkan semangat untuk memeriksakan diri ke dokter gigi bila memiliki keluhan. (*)

Penulis : Stefanny Elly

Editor : Binti Q. Masruroh

bRimPrIg

https://www.jasaarsitekmalang.net/

Tinggalkan Balasan